Berita dan Tren Bisnis 2026: Peluang Usaha Digital yang Wajib Diketahui Pengusaha

Dunia bisnis terus mengalami perubahan seiring berkembangnya teknologi, perubahan kebiasaan konsumen, dan meningkatnya persaingan di pasar digital. Pada tahun 2026, pelaku usaha perlu memahami tren terbaru agar mampu menyesuaikan strategi, menemukan peluang baru, dan mempertahankan pelanggan.

Bagi pengusaha pemula maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mengikuti berita dan tren bisnis bukan sekadar mengetahui informasi terbaru. Hal ini juga membantu menentukan produk yang akan dijual, memilih strategi pemasaran, dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi usaha.

Salah satu perkembangan yang menarik adalah semakin luasnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), pemasaran melalui video, pembayaran digital, dan perdagangan elektronik. Kementerian UMKM pada Juli 2026 juga menegaskan pentingnya pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing UMKM.

Lantas, apa saja tren bisnis yang perlu diperhatikan pada 2026? Berikut pembahasan lengkap yang dapat menjadi referensi bagi Anda yang ingin membangun atau mengembangkan usaha.

1. Perkembangan Bisnis Digital di Indonesia

Bisnis digital menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan dunia usaha. Teknologi memungkinkan pelaku usaha memasarkan produk, menerima pesanan, berkomunikasi dengan pelanggan, dan mengelola transaksi tanpa harus selalu memiliki toko fisik.

Berdasarkan laporan Kementerian Perindustrian yang diterbitkan pada April 2026, Indonesia memiliki sekitar 229,43 juta pengguna internet pada 2025. Laporan tersebut juga mengutip proyeksi 73,06 juta pengguna e-commerce pada tahun yang sama. Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi pasar digital Indonesia.

Sumber: Kementerian Perindustrian – Transformasi Digital dan Pemasaran Online IKM.

Beberapa contoh bisnis digital yang dapat dikembangkan meliputi:

  • Toko online yang menjual produk kebutuhan sehari-hari.
  • Jasa desain grafis dan pembuatan konten.
  • Penjualan produk lokal melalui marketplace.
  • Kursus online dan layanan konsultasi.
  • Jasa pembuatan website untuk bisnis.
  • Bisnis makanan dengan pemesanan melalui aplikasi atau media sosial.

Meskipun peluangnya luas, pelaku usaha tetap perlu memperhatikan persaingan, biaya operasional, kualitas produk, dan kebutuhan pelanggan. Memiliki toko online saja tidak menjamin penjualan meningkat.

2. Tren Penggunaan AI untuk Membantu Bisnis

Kecerdasan buatan atau AI semakin banyak dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan bisnis. Teknologi ini dapat digunakan untuk menghasilkan ide konten, menyusun deskripsi produk, merangkum data, dan membantu menjawab pertanyaan pelanggan.

Pada 8 Juli 2026, Kementerian UMKM menyampaikan dorongan agar pelaku UMKM memperluas pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha.

Sumber: Kementerian UMKM – Pemanfaatan AI untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM.

Manfaat AI bagi pengusaha

a. Membantu membuat konten pemasaran

AI dapat membantu menyusun ide artikel, caption media sosial, deskripsi produk, dan konsep promosi. Hasilnya tetap perlu diperiksa agar akurat dan sesuai karakter merek.

b. Menghemat waktu kerja

Tugas berulang, seperti menyusun draf balasan pelanggan atau merangkum masukan konsumen, dapat dibantu menggunakan alat AI yang sesuai.

c. Mendukung riset pasar

AI dapat membantu mengelompokkan ulasan pelanggan dan merangkum kebutuhan konsumen dari data yang tersedia secara sah.

d. Membantu perencanaan usaha

Pengusaha dapat menggunakan AI untuk menyusun draf rencana bisnis, membuat daftar kebutuhan modal, dan membandingkan beberapa alternatif strategi.

Namun, AI bukan pengganti seluruh proses pengambilan keputusan. Pemilik usaha tetap harus memeriksa fakta, melindungi data pelanggan, dan memastikan hasil pekerjaan sesuai kondisi nyata.

3. Video Pendek dan Live Shopping Menjadi Peluang Pemasaran

Konten video memberikan kesempatan kepada bisnis untuk menunjukkan produk secara langsung, menjelaskan manfaatnya, dan membangun kepercayaan calon pembeli.

Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company mengenai ekonomi digital Asia Tenggara yang dipublikasikan pada November 2025 menyoroti pertumbuhan pesat video commerce di Indonesia. Laporan tersebut menyebut volume transaksi video commerce meningkat 90% secara tahunan menjadi 2,6 miliar transaksi, sedangkan jumlah penjual dan toko daring meningkat 75% menjadi 800 ribu.

Sumber: Google Indonesia – Tren Video Commerce Indonesia.

Tren ini dapat dimanfaatkan oleh pengusaha dengan membuat konten yang informatif dan menarik.

Cara memanfaatkan video untuk bisnis

  1. Buat video demonstrasi penggunaan produk.
  2. Tampilkan proses pembuatan atau pengemasan produk.
  3. Bagikan tips yang berkaitan dengan kebutuhan pelanggan.
  4. Gunakan sesi live untuk menjawab pertanyaan calon pembeli.
  5. Tampilkan ulasan pelanggan dengan izin yang sesuai.
  6. Sertakan informasi harga, cara pemesanan, dan ketentuan pembelian secara jelas.

Contohnya, pemilik usaha makanan dapat membuat video proses memasak, sedangkan penjual aksesori komputer dapat membuat video perbandingan produk dan panduan penggunaannya.

Fokuslah pada informasi yang membantu pelanggan mengambil keputusan, bukan hanya mengejar jumlah penayangan.

4. Social Commerce dan Marketplace Semakin Penting

Social commerce adalah kegiatan jual beli yang memanfaatkan media sosial dan aplikasi komunikasi untuk memperkenalkan produk, berinteraksi dengan calon pelanggan, atau menerima pesanan.

Sementara itu, marketplace menyediakan fasilitas untuk menampilkan produk dan mengelola transaksi dalam sebuah platform perdagangan.

Keduanya dapat digunakan secara bersamaan untuk memperluas jangkauan pasar.

Perbedaan social commerce dan marketplace

Social commerce:

  • Memudahkan komunikasi langsung dengan calon pelanggan.
  • Cocok untuk membangun komunitas dan hubungan pelanggan.
  • Dapat dimulai dengan konten sederhana dan katalog produk.
  • Membutuhkan respons yang cepat dan pengelolaan pesanan yang rapi.

Marketplace:

  • Menyediakan sistem katalog dan transaksi.
  • Membantu produk ditemukan oleh calon pembeli di platform.
  • Memiliki ketentuan biaya, promosi, dan layanan yang perlu dipahami.
  • Memungkinkan persaingan langsung dengan banyak penjual lain.

Pelaku usaha sebaiknya tidak hanya bergantung pada satu saluran penjualan. Sesuaikan pilihan platform dengan jenis produk, karakteristik pelanggan, dan biaya yang harus ditanggung.

5. Pembayaran Digital Mempermudah Transaksi

Pembayaran digital, termasuk QRIS dan transfer elektronik, mempermudah konsumen melakukan pembayaran tanpa harus membawa uang tunai.

Bank Indonesia dalam laporan perkembangan ekonomi dan keuangan digital pada Februari 2026 mencatat transaksi QRIS pada Januari 2026 tumbuh 131,47% dibandingkan Januari 2025. Pertumbuhan tersebut memperlihatkan meningkatnya penggunaan pembayaran digital di Indonesia.

Sumber: Bank Indonesia – Tinjauan Kebijakan Moneter Februari 2026.

Manfaat pembayaran digital bagi usaha

  • Mempermudah pelanggan melakukan pembayaran.
  • Membantu pencatatan transaksi.
  • Mengurangi kebutuhan menyediakan uang kembalian.
  • Mendukung pelayanan pelanggan yang lebih praktis.
  • Membantu proses rekonsiliasi pemasukan jika catatan transaksi dikelola dengan baik.

Meskipun praktis, pelaku usaha perlu memastikan pembayaran benar-benar berhasil sebelum menyerahkan barang atau menyelesaikan pesanan. Jangan hanya mengandalkan tangkapan layar bukti transfer.

6. Persaingan Bisnis Online Menuntut Strategi yang Lebih Baik

Pertumbuhan pasar digital juga diikuti peningkatan persaingan. Produk serupa dapat ditawarkan oleh banyak penjual dengan harga yang berbeda-beda.

Kajian INDEF pada Mei 2026 membahas tantangan ekosistem digital UMKM Indonesia. Kajian tersebut menyoroti bahwa bertambahnya pelaku usaha di e-commerce tidak selalu diikuti pertumbuhan transaksi yang sebanding. Biaya platform, logistik, dan pemasaran juga dapat menekan margin usaha.

Sumber: INDEF – Paradoks Pertumbuhan Ekosistem Digital UMKM Indonesia.

Karena itu, pengusaha tidak sebaiknya hanya bersaing melalui harga murah.

Strategi menghadapi persaingan

1. Memiliki keunikan produk

Tawarkan kualitas, desain, layanan, atau manfaat yang membedakan produk dari pesaing.

2. Membangun identitas merek

Gunakan nama, logo, gaya komunikasi, dan informasi produk yang konsisten agar bisnis mudah dikenali.

3. Meningkatkan pelayanan pelanggan

Respons yang cepat, informasi yang jelas, dan penanganan keluhan yang baik dapat membantu menjaga kepercayaan pelanggan.

4. Menghitung biaya secara menyeluruh

Perhitungkan biaya produk, kemasan, pengiriman yang ditanggung penjual, biaya platform, diskon, dan promosi sebelum menentukan harga jual.

5. Mengutamakan pelanggan yang tepat

Kenali siapa yang paling membutuhkan produk Anda. Pemasaran yang terarah dapat lebih efektif dibandingkan promosi kepada semua orang.

7. Peluang Bisnis yang Menarik untuk Dicoba pada 2026

Berdasarkan perkembangan teknologi dan pemasaran digital, berikut beberapa ide usaha yang dapat dipertimbangkan.

a. Jasa Pembuatan Konten Digital

Banyak bisnis membutuhkan konten untuk media sosial, website, dan katalog produk. Pengusaha pemula dapat menawarkan jasa penulisan, desain sederhana, atau penyuntingan video sesuai kemampuan.

b. Jasa Digital untuk UMKM

Layanan seperti pembuatan katalog digital, pengelolaan media sosial, desain promosi, dan pembuatan website dapat menjadi peluang bagi orang yang memiliki keterampilan digital.

c. Penjualan Produk Lokal secara Online

Produk makanan, kerajinan, pakaian, dan kebutuhan rumah tangga dapat dipasarkan melalui saluran digital. Pilih produk dengan permintaan yang jelas dan hitung biaya pengirimannya.

d. Produk Edukasi Digital

E-book, template, materi belajar, dan kursus daring dapat dijual kepada konsumen yang membutuhkan pengetahuan atau keterampilan tertentu. Pastikan materi memiliki manfaat nyata dan hak penggunaan yang jelas.

e. Jasa Teknologi dan Komputer

Bagi yang memahami teknologi, peluang usaha dapat berupa jasa perawatan komputer, instalasi perangkat lunak berlisensi, konsultasi perangkat, atau pembuatan website sederhana.

f. Bisnis Makanan dengan Pemasaran Digital

Usaha makanan dapat menggunakan media sosial dan aplikasi pesan untuk menampilkan menu, menerima pesanan, dan memberikan informasi promosi.

Perlu diingat bahwa daftar tersebut merupakan ide yang dapat diuji, bukan jaminan keuntungan. Lakukan riset sederhana sebelum mengeluarkan modal besar.

8. Cara Mengikuti Berita dan Tren Bisnis dengan Cerdas

Tidak semua tren yang populer cocok untuk setiap jenis usaha. Sebelum mengikuti suatu tren, pengusaha perlu memeriksa relevansinya dengan pelanggan dan kemampuan bisnis.

Berikut langkah yang dapat diterapkan:

  1. Ikuti sumber berita tepercaya. Prioritaskan informasi dari lembaga resmi, laporan industri, dan media yang memiliki standar editorial.
  2. Periksa tanggal publikasi. Informasi lama mungkin tidak lagi menggambarkan kondisi pasar saat ini.
  3. Bandingkan beberapa sumber. Hindari mengambil keputusan berdasarkan satu unggahan media sosial.
  4. Periksa kebutuhan pelanggan. Tren yang populer belum tentu sesuai dengan target pasar bisnis Anda.
  5. Uji dalam skala kecil. Coba strategi atau produk baru dengan biaya yang dapat ditanggung.
  6. Ukur hasilnya. Pantau penjualan, biaya pemasaran, jumlah pelanggan baru, dan keuntungan.
  7. Evaluasi secara berkala. Pertahankan strategi yang memberikan hasil baik dan perbaiki yang tidak efektif.

9. Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Mengikuti Tren Bisnis

Mengikuti tren dapat membuka peluang, tetapi keputusan yang terburu-buru juga dapat menimbulkan kerugian.

Terlalu cepat mengeluarkan modal

Jangan langsung membeli banyak stok hanya karena suatu produk sedang populer. Uji permintaan terlebih dahulu.

Mengandalkan viralitas

Konten yang viral belum tentu menghasilkan penjualan. Pastikan konten memiliki hubungan yang jelas dengan produk dan kebutuhan pelanggan.

Mengabaikan biaya operasional

Penjualan tinggi belum tentu menghasilkan keuntungan jika biaya iklan, komisi, logistik, dan diskon terlalu besar.

Menggunakan teknologi tanpa tujuan

Penerapan AI atau alat digital sebaiknya didasarkan pada masalah yang ingin diselesaikan, seperti menghemat waktu, memperbaiki pelayanan, atau meningkatkan akurasi pencatatan.

Mempercayai informasi yang belum terverifikasi

Hindari menyebarkan berita bisnis, klaim keuntungan, atau informasi investasi tanpa memeriksa sumber dan konteksnya.

10. Kesimpulan

Berita dan tren bisnis memberikan wawasan penting bagi pengusaha yang ingin mengembangkan usaha di tengah perubahan pasar. Pada 2026, perkembangan AI, video commerce, social commerce, pembayaran digital, dan persaingan e-commerce menjadi beberapa hal yang patut diperhatikan.

Namun, keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengikuti tren. Pengusaha juga perlu memahami pelanggan, menjaga kualitas produk, mengelola keuangan, menghitung biaya, dan mengevaluasi hasil strategi yang diterapkan.

Mulailah dengan memahami satu tren yang paling relevan dengan bisnis Anda. Uji penerapannya secara bertahap, pelajari hasilnya, dan kembangkan strategi berdasarkan data serta kebutuhan pelanggan.

Dengan pendekatan tersebut, berita dan tren bukan sekadar informasi untuk dibaca, melainkan sumber inspirasi untuk mengambil keputusan bisnis yang lebih terarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *